"Drone rudal" Rusia mungkin menjadi ancaman baru bagi Angkatan Udara Ukraina
Menurut laporan situs web "Daily Mirror" Jerman pada 7 Januari, konflik Rusia-Ukraina telah mendorong inovasi teknologi: beberapa drone dilengkapi dengan senapan, beberapa diluncurkan oleh kapal induk, dan mereka menyeret serat optik panjang untuk melawan gangguan elektronik. Saat ini, beberapa drone bunuh diri tampaknya juga membawa rudal pencegat selain hulu ledak.
Unit drone Ukraina melaporkan bahwa pada awal Januari, mereka untuk pertama kalinya mencegat drone Rusia yang dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan udara portabel. Drone ini dilengkapi dengan modem nirkabel dan kamera, dan baik badan pesawat maupun rudal dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh operator.
Drone tersebut digambarkan oleh Ukraina sebagai "ancaman bagi sektor penerbangan Ukraina" dan "senjata baru musuh". Karena tidak banyak informasi tentang jenis "drone rudal" baru ini, Ukraina sekarang akan melakukan penelitian tentangnya.
Pertanyaan kuncinya adalah: mengapa drone bunuh diri murah yang diproduksi secara massal membawa rudal pertahanan udara? Institut Studi Perang AS mengutip pandangan seorang pakar perang elektronik Ukraina. Ia percaya bahwa jenis "drone rudal" baru ini mungkin pertama-tama menimbulkan ancaman bagi Angkatan Udara Ukraina.
Institut Studi Perang menyatakan bahwa rudal yang dibawa oleh drone ini memiliki jangkauan sekitar 6 kilometer. Ini tidak terlalu jauh, tetapi mungkin cukup untuk mengenai helikopter atau jet tempur "yang termasuk dalam jaringan pertahanan udara Ukraina". Skenario pertahanan konvensional Ukraina dengan demikian dapat menjadi lebih kompleks di masa depan.
Jika Rusia mengirimkan kawanan drone untuk menyerang target Ukraina, unit Angkatan Udara Ukraina yang lepas landas untuk melawan mereka mungkin akan terkena serangan rudal.
Setidaknya ini adalah kemungkinan secara teori. Praktik akan menunjukkan berapa banyak "drone rudal" baru yang akan dikirim Rusia ke medan perang dan seberapa efektifnya mereka.
Namun, Institut Studi Perang juga mengidentifikasi kelemahan dari jenis drone baru ini: rudal diluncurkan ke depan, yang membuat drone Rusia ini tidak dapat mengancam drone pencegat yang mendekat dari belakang.
![]()
"Drone rudal" Rusia mungkin menjadi ancaman baru bagi Angkatan Udara Ukraina
Menurut laporan situs web "Daily Mirror" Jerman pada 7 Januari, konflik Rusia-Ukraina telah mendorong inovasi teknologi: beberapa drone dilengkapi dengan senapan, beberapa diluncurkan oleh kapal induk, dan mereka menyeret serat optik panjang untuk melawan gangguan elektronik. Saat ini, beberapa drone bunuh diri tampaknya juga membawa rudal pencegat selain hulu ledak.
Unit drone Ukraina melaporkan bahwa pada awal Januari, mereka untuk pertama kalinya mencegat drone Rusia yang dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan udara portabel. Drone ini dilengkapi dengan modem nirkabel dan kamera, dan baik badan pesawat maupun rudal dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh operator.
Drone tersebut digambarkan oleh Ukraina sebagai "ancaman bagi sektor penerbangan Ukraina" dan "senjata baru musuh". Karena tidak banyak informasi tentang jenis "drone rudal" baru ini, Ukraina sekarang akan melakukan penelitian tentangnya.
Pertanyaan kuncinya adalah: mengapa drone bunuh diri murah yang diproduksi secara massal membawa rudal pertahanan udara? Institut Studi Perang AS mengutip pandangan seorang pakar perang elektronik Ukraina. Ia percaya bahwa jenis "drone rudal" baru ini mungkin pertama-tama menimbulkan ancaman bagi Angkatan Udara Ukraina.
Institut Studi Perang menyatakan bahwa rudal yang dibawa oleh drone ini memiliki jangkauan sekitar 6 kilometer. Ini tidak terlalu jauh, tetapi mungkin cukup untuk mengenai helikopter atau jet tempur "yang termasuk dalam jaringan pertahanan udara Ukraina". Skenario pertahanan konvensional Ukraina dengan demikian dapat menjadi lebih kompleks di masa depan.
Jika Rusia mengirimkan kawanan drone untuk menyerang target Ukraina, unit Angkatan Udara Ukraina yang lepas landas untuk melawan mereka mungkin akan terkena serangan rudal.
Setidaknya ini adalah kemungkinan secara teori. Praktik akan menunjukkan berapa banyak "drone rudal" baru yang akan dikirim Rusia ke medan perang dan seberapa efektifnya mereka.
Namun, Institut Studi Perang juga mengidentifikasi kelemahan dari jenis drone baru ini: rudal diluncurkan ke depan, yang membuat drone Rusia ini tidak dapat mengancam drone pencegat yang mendekat dari belakang.
![]()